Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Sign In

Matematika IPB

Karya Ilmiah Alumni
Previous month Previous day Next day Next month
See by year See by month See by week See Today Search Jump to month
Sidang Tugas Akhir Dwi Putri Methasari
Kamis, Januari 31 2008, 15:00 - 16:00 by  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya Hits : 3444

Sidang Tugas Akhir

Dwi Putri Methasari
G54103041

Dosen Pembimbing

Dr. Ir. Budi Suharjo, MS.
Dr. Ir. I Gusti Putu Purnaba, DEA.

Dosen Penguji Dr. Ir. I Wayan Mangku, M.Sc.

Penerapan Model Persamaan Struktural dalam Ekuitas Merek

Ekuitas merek merupakan kekuatan dari suatu merek yang mampu membuat merek tersebut bersaing dengan merek lainnya didalam suatu pasar. Ekuitas merek variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (variabel laten). Ekuitas merek memiliki komponen pendukung, antara lain adalah: merek yang paling diingat (top of mind brand), iklan yang paling diingat (top of mind advertising), persepsi kualitas merek (brand perceived quality), merek yang paling baik (best brand), pangsa pasar merek (brand share), kepuasan keseluruhan (overall satisfaction), merek yang paling sering digunakan (brand used most often) dan loyalitas. Untuk mengetahui berapa besar kontribusi komponen-komponen tersebut terhadap ekuitas merek, diperlukan suatu metode tertentu. Dalam tulisan ini metode yang digunakan adalah model persaman struktural. Metode pendugaan koefisien yang digunakan adalah Unweighted Least Square (ULS) dan dijalankan dengan menggunakan software LISREL 8.51. Data yang digunakan diperoleh dari PT. Mars, Yaitu hasil survei terhadap produk toiletris (keperluan mandi) pada tahun 2005. Dari 161 merek hanya diambil 5 buah merek yang memiliki nilai ekuitas merek paling besar. Faktor yang memberikan pengaruh paling besar terhadap ekuitas merek adalah persepsi kualitas merek (brand perceived quality) diikuti oleh kesetiaan merek (loyalty), dan yang cenderung menurunkan ekuitas merek adalah kesadaran merek (awareness). Merek yang memiliki nilai ekuitas merek yang tinggi cenderung merupakan merek yang paling baik, dalam hal ini MI merupakan merek yang paling baik.

Back

JEvents v1.4.2   Copyright © 2006-2007

Random Quotes

Perkataan itu dapat menembus apa-apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum

anonim