Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Sign In

Matematika IPB

 
Data Skripsi
 
Judul : Analisis Faktor abruptness Terhadap Kestabilan Pertumbuhan Populasi yang Terpaut Kerapatan
Jenis : Skripsi
Penulis : Fitri Rakhmawati
NRP : G05496039
Tanggal Lulus : 01 January 1970
Tanggal Seminar :
Tanggal Sidang :
Pembimbing : Dr. Paian Sianturi
Ir. Ngakan Komang Kutha Ardana, M.Sc.

Ringkasan : Kerapatan menyatakan banyaknya individu per satuan luas. Model pertumbuhan populasi yang terpaut kerapatan adalah suatu model pertumbuhan populasi dimana perkembangbiakan populasinya dibatasi daya dukung lingkungan, sehingga kerapatan populasinya mempengaruhi pertumbuhan populasinya. Adanya persaingan dan terbatasnya ruang dan makanan menyebabkan pertumbuhan populasi lambat laun menurun dan akhirnya berhenti jika daya dukung lingkungan tercapai. Abruptness dapat diartikan sebagai suatu ketiba-tibaan tiba tiba ukuran populasi menjadi besar atau tiba- tiba menjadi kecil. Faktor abruptness ini timbul karena adanya kompetisi antar individu pada suatu populasi. Jika K menyatakan daya dukung lingkungan, maka laju pertumbuhan populasi di sekitar K berhubungan dengan parameter abruptness y. Karena y berhubungan dengan tingkat pertumbuhan populasi maka y menyebabkan perubahan kerapatan populasi. Penulisan ini bertujuan melakukan analisis model pertumbuhan populasi yang terpaut kerapatan yang mempertimbangkan factor abruptness y serta membandingkannya dengan model tanpa factor abruptness y. Secara diskret, kerapatan populasi periode t+1 ditulis : Nt+1=R(N)Nt .(1) Dimana Nt menyatakan kerapatan populasi pada waktu t dan R(N) menyatakan tingkat reproduksi bersih dengan r=R(0) disebut parameter pertumbuhan populasi. Bentuk R (N) yang digunakan adalah model Beverton &Holt (B&H) (Getz W.M, 1996, yaitu : R (N) tanpa factor abruptness y : (rumus) (2) R (N) tanpa factor abruptness y : (rumus) (3) Substitusikan persamaan (2) dan (3) ke persamaan (1) diperoleh : (rumus) (4) (rumus) (5) Persamaan (4) merupakan model pertumbuhan populasi yang terpaut kerapatan tanpa factor abruptness y dan persamaan (5) merupakan model pertumbuhan populasi yang terpaut kerapatan dengan factor abruptness y. Pada kondisi setimbang, yakni kondisi dimana tidak terjadi perubahan kerapatan dari periode t ke t+1, titik ksetimbangan N menghasilkan N=K(r-1) untuk model (4). Titik ini stabil untuk nilai parameter pertumbuhan populasi r>1. Titik kesetimbangan N menghasilkan (rumus) untuk model (5). Titik N ini stabil untuk kondisi (Rumus) dan tida k stabil untuk kondisi (rumus). Terjadi perubahan kestabilan (bifurkasi) dari stabil ke tidak stabil pada model (5). Dengan demikian factor abruptness y mempengaruhi kestabilan model pertumbuhan populasi yang terpaut kerapatan

Random Quotes

Semakin banyak anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk anda berbohong.

anonim