Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Sign In

Matematika IPB

 
Data Skripsi
 
Judul : Analisis Kestabilan Model Peradangan pada Jaringan Otot
Jenis : Skripsi
Penulis : Yunita Anggraeni
NRP : G05498005
Tanggal Lulus : 01 January 1970
Tanggal Seminar :
Tanggal Sidang :
Pembimbing : Ir. Ngakan Komang Kutha Ardana, M.Sc.
Drs. Ali Kusnanto, M.Si.

Ringkasan : Peradangan merupakan mekanisme pertahanan yang efektif melawan infeksi bakteri,dan merupakan proses yang bermanfaat.Proses peradangan melibatkan antibodi yang disebut leukosit. Leukosit melakukan perlawanan terhadap bakteri dengan cara fagositosis dan pembunuhan intra selular.Jika leukosit berhasil melawan bakteri maka proses peradangan tidak berlanjut pada tahap infeksi.Model dinamik dari masalah peradangan digambarkan sebagai persamaan diferensial sederhana dengan dua peubah,yaitu antara konsentrasi bakteri(b) dan konsentrasi leukosit(c). [Rumus...] Dengan mensubtitusi faktor-faktor yang mempengaruhi sistem tersebut maka model tersebut dimodifikasi menjadi model yang lebih berkembang. Kondisi kestabilan sistem dari model tersebut diperoleh dengan mengatur nilai-nilai parameter yang mempengaruhi sistem.Dengan mengambil tiga kasus yang menggambarkan kondisi yang berbeda-beda dan dengan menggunakan teorema kestabilan,terlihat adanya perubahan kestabilan akibat pemilihan parameter.Pada kasus I diambil nilai parameter yang menjelaskan leukosit normal yang sehat dilawan oleh bakteri yang tidak ganas, dan untuk nilai parameter ini hanya menghasilkan satu titik tetap.Pada kasus II diambil nilai parameter yang menjelaskan rendahnya laju fagositosis,dan untuk nilai parameter ini menghasilkan dua titik tetap.Pada kasus III diambil nilai parameter yang menjelaskan rendahnya emigrasi leukosit pada saat kosentrasi tinggi, dan untuk nilai parameter ini menghasilkan tiga titik tetap(jumlah titik tetap maksimum).

Random Quotes

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

anonim