Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Sign In

Matematika IPB

Beranda arrow Akademik arrow S-1 Matematika arrow Karya Ilmiah Alumni
 
Data Skripsi
 
Judul : Pemodelan Arus Lalu-Lintas Kendaraan pada Dua Persimpangan dengan Model Greenshields
Jenis : Skripsi
Penulis : Lilis Opyanih
NRP : G54101018
Tanggal Lulus : 30 January 2007
Tanggal Seminar : 19 December 2006 12:00
Tanggal Sidang : 10 January 2007 13:00
Pembimbing : Dr. Ir. Endar H. Nugrahani, MS.
Dra. Annis Diniati Raksanagara, M.Si.

Ringkasan : Teori arus lalu-lintas merupakan alat yang membantu para peneliti dibidang transportasi untuk memahami dan menjelaskan sifat-sifat arus lalu lintas. Memahamki suatu jenis arus yang terdapat pada kondisi tertentu akan bermanfaat dalam menentukan metode analisis dan deskripsi mana yang sesuai. Arus lalu-lintas dibagi dalam dua jenis utama. Jenis pertama disebut arus tanpa hambatan, yaitu arus yang diatur oleh interaksi antar kendaraan dan interaksi antara kendaraan dengan jalan. Jenis kedua dari arus lalu-lintas disebut arus berhambatan.Arus berhambatan merupakan arus yang diatur oleh alat-alat luar seperti rambu lalu-lintas. Teori arus lalu-lintas merupakan teori yang berusaha mencari persamaan matematika yang tepat untuk menggambarkan interaksi antar kendaraan, pengendara, dan juga infrastrukturnya.Model greenshields berguna untuk membantu peneliti dibidang transportasi dalam memahami arus tanpa hambatan. Model ini memberikan rumusan matematika arus kendaraan sebagai fungsi dari kepadatan lalu-lintas, serta arus kendaraan sebagai fungsi dari kecepatan kendaraan. Akan tetapi, model greenshields tidak dapat mengatasi kerumitan yang dihasilkan oleh kondisi arus yang memiliki hambatan. Arus dikatakan memiliki hambatan, jika arus lalu-lintas terhenti secara periodik yang disebabkan oleh rambu-rambu lalu-lintas. arus yang berhambatan itu memerlukan pemahaman teori antrian, yang sepenuhnya merupakan model terpisahdari model arus lalu lintas. Teori antrian dapat digunakan untuk menganalisis arus lalu-lintas melalui pendekatan sebuah persimpangan jalan yang dikontrololeh rambu lalu-lintas. Model arus lalu-lintas menjadi alat untuk mengatasi perilaku sistem transportasi. Sebuah permasalahan yang penting mengenai penerapan model ini terletak pada kemampuan arus lalu-lintas untuk mengatasi kemacetan lalu-lintas, yang merupakan peristiwa tidak diinginkan tetapi serimg terjadi dalam kehidupan nyata. Kemacetan terjadi ketika gangguan-gangguan hadir dalam sistem transportasi. Gangguan pada arus lalu-lintas dimodelkan sebagai model perambatan gelombang getaran. ketika kepadatan kendaraan dipersimpangan hilir lebih besar dari pada kepadatan kendaraan dipersimpangan hulu, maka akan dihasilkan gelombang getaran dan antrian kendaraan mulai terbentuk, dengan gelombang getaran bergerak kehulu. Sedangkan, ketika kepadatan kendaraan dipersimpangan hilir lebih rendah dari pada kepadatan kendaraan dipersimpangan di hulu,maka akan terjadi arus kendaraan menyebar, atau dengan kata lain antrian kendaraan mulai menghilang.

Random Quotes

Jika anda tidak dapat berkata baik tentang diri seseorang, janganlah yang buruk anda katakan.

anonim