Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Sign In

Matematika IPB

Beranda arrow Akademik arrow S-1 Matematika arrow Karya Ilmiah Alumni
 
Data Skripsi
 
Judul : Perbandingan Tingkat Akurasi Antara Ordinary Kriging Partition Dengan Ordinary Kriging Non Partition Menggunakan Teknik Jackknife
Jenis : Skripsi
Penulis : Indra Saufitra
NRP : G54102030
Tanggal Lulus : 09 March 2006
Tanggal Seminar :
Tanggal Sidang :
Pembimbing : Muhammad Nur Aidi
Dr. Ir. Fahren Bukhari, M.Sc.

Ringkasan : Pada pembahasan Geostatistika, gugus data yang digunakan adalah gugus data ilmu bumi (earth science data sets). Berbeda dengan gugus data lainnya, gugus data ilmu bumi selain memperhatikan nilai variabel yang di amati, juga memperlihatkan lokasi tempat data tersebut diukur. Perilaku data di suatu area (trend data), kekontinuan data pada orientasi tertentu, dan masalah pendugaan data di suatu titik adalah hal-hal yang menjadi bahasan dalam Geostatistika. Masalah yang seringkali muncul adalah bagaimana kita memperoleh data pada lokasi yang sulit dilakukan pengukuran padahal data dititik tersebut sangat diperlukan. Dalam hal ini, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menduga data di suatu lokasi berdasar trend data di sekitarnya, salah satu metode tersebut ialah metode Ordinary Kriging merupakan suatu metode rataan terboboti dari setiap nilai contoh lokasi, sehingga untuk memperoleh dugaannya diperlukan informasi dari data yang terletak di sekitar titik yang akan diduga nilainya. Jika nilai dugaan telah diperoleh, masalah selanjutnya adalah bagaimana kita menentukan tingkat akurasi dari nilai dugaan tersebut. Dengan kata lain, perlu ada suatu cara untuk menentukan apakah kita akan menerima atau menolak nilai dugaan yang dihasilkan dari suatu metode dengan toleransi tertentu yang diberikan. Tulisan ini membahas Metode Ordinary Kriging dan menggunakan gabungan teknik Jackknife, Regresi Linear, dan Inferensia mengenai Koefisien Garis Regresi untuk menentukan tingkat akurasi dari metode tersebut serta membandingkan tingkat akurasi dari nilai dugaan yang diperoleh terhadap data yang dibangkitkan dalam satu zona (yang disebut dengan Ordinary Kriging Non Partition) dengan empat zona (yang disebut dengan Ordinary Kriging Partition). Setelah dilakukan penelitian terhadap dua kasus tersebut, ternyata nilai dugaan yang diperoleh pada data yang dibangkitkan dalam empat zona lebih akurat dibandingkan pada data yang dibangkitkan dalam satu zona. Hal ini disebabkan, karena data yang dibagi menjadi empat zona atau empat bagian memiliki fungsi kovarian yang lebih dari satu dibandingkan dengan data yang hanya dibangkitkan dalam satu zona sehingga nilai rataan kuadrat galat (bias) yang dihasilkan pada data yang dibangkitkan dalam empat zona lebih kecil dibandingkan dengan nilai rataan kuadrat galat (bias) pada data yang dibangkitkan dalam satu zona. Untuk melihat hasil dari gabungan teknik-teknik tersebut, penulis juga telah melakukan simulasi terhadap dua kasus tersebut, mulai dari pembangkitan data, pendugaan dan pengambilan keputusan dari nilai dugaan yang diperoleh.

Random Quotes

Nilai suatu kehebatan adalah tanggung jawab.

anonim