Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Sign In

Matematika IPB

 
Data Tesis
 
Judul : KONSTRUKSI ALGORITME PENANDAAN DIJITEL ELGAMAL BERBASIS GRUP KURVA ELIPTIK
Jenis :
Penulis : Is Esti Firmanesa
NRP : G551060361
Tanggal Lulus : 08 May 2010
Tanggal Seminar :
Tanggal Sidang :
Pembimbing : Dr. Sugi Guritman
Dra. Nur Aliatiningtyas, MS.
Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc.
Ringkasan : Dalam era globalisasi, teknologi memegang peranan yang sangat penting, contohnya teknologi informasi memudahkan seseorang dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Perubahan transaksi secara elektronik dari konvensional (transaksi berdasarkan kertas) telah mengurangi biaya dan meningkatkan keefisiensian. Bertrilyun-trilyun dolar biaya dan keamanan ditransfer setiap hari melalui telepon, layanan kabel, dan mekanisme-mekanisme komunikasi elektronika lainnya. Beberapa transaksi yang besar telah membuka komunitas dan nasabahnya yang sangat berpotensial terhadap resiko perubahan, penggantian, atau perusakan data yang disengaja maupun tidak. Resiko ini dipersulit lagi dengan antar koneksi network-network dan jumlah lawan yang semakin besar. Beberapa kontrol pengamanan konvensional yang menggunakan transaksi kertas adalah tidak ada dalam transaksi elektronik. Contoh beberapa kontrol konvensional yang aman adalah tanda tangan atau segel timbul untuk melindungi integritas dan mengindikasikan identitas pengirim yang asli. Pada bidang elektronik, kontrol-kontrol tersebut harus memberikan jaminan dan keyakinan seperti halnya dengan yang konvensional. Saat ini, komunitas-komunitas keuangan sedang merespon kebutuhan-kebutuhan seperti itu. The Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) adalah kurva eliptik yang analog dengan Digital Signature Algorithm (DSA). Tidak seperti masalah logaritma diskret (MLD) dan masalah faktorisasi intejer (MFI) biasa, untuk ECDSA belum ada algoritme sub eksponensial yang diketahui untuk masalah logaritma diskret kurva eliptik/MLDKE (ANSI X9.62, 1998). Untuk alasan ini, the strength-per-key-bit pada dasarnya lebih besar dalam suatu algoritme yang menggunakan kurva-kurva eliptik. Hal-hal yang menjadi pertimbangan penggunaan ECC adalah ECC memberikan keefisiensian yang lebih besar daripada sistem faktorisasi intejer (FI) atau sistem logaritma diskret (LD) dalam segi-segi komputasional, ukuran kunci maupun bandwidth-nya. Penghematan-penghematan ini berarti menunjukkan kecepatan yang lebih tinggi, pemakaian sumber daya yang lebih kecil, dan pengurangan ukuran kunci (J. Lopez dan R. Dahab). Ada dua lapangan berhingga yang sering digunakan dalam kriptografi kurva eliptik, yaitu lapangan berhingga prima (Zp) dan lapangan karakteristik dua (F 2 m). Lapangan berhingga Zp lebih efektif untuk implementasi software kriptografi kurva eliptik. Sedangkan lapangan berhingga F 2 m lebih efektif untuk hardware yang sistem kerjanya berdasarkan algoritme kriptografi kurva eliptik (ANSI X9.62, 1998). Namun penulisan tesis ini hanya membahas tentang kurva eliptik E(a, b) atas Zp. Kurva eliptik E(a, b) atas Zp merupakan himpunan penyelesaian dari persamaan y2 = x3 + ax + b, termasuk titik khusus O. a, b ∈ Zp adalah konstanta, sehingga memenuhi persamaan 3 2 4 27 0 a b + ≠ . Domain x dan y adalah Fp. Salah satu penggunaan kurva eliptik sebagai algoritme kriptografi asimetrik adalah untuk membuat penandaan dijitel (digital signature) yang melibatkan algoritme hash. Ketika diimplementasikan dengan kontrol-kontrol yang tepat, teknik ini memberikan integritas data, otentikasi data asli, serta non-repudiasi dari pesan asli dan isinya. Berdasarkan sejarahnya, penggunaan penandaan dijitel berawal dari penggunaan teknik kriptografi yang digunakan untuk mengamankan informasi yang hendak ditransmisikan/disampaikan kepada orang yang lain yang sudah digunakan sejak ratusan tahun yang lalu. Tujuan suatu tanda tangan dalam sebuah dokumen adalah untuk memastikan otentisitas dokumen tersebut. Penandaan dijitel sebenarnya adalah bukan tanda tangan seperti yang dikenal selama ini, penandaan ini menggunakan cara yang berbeda untuk menandai suatu dokumen sehingga tidak hanya mengidentifikasi si pengirim, namun juga memastikan keutuhan dokumen tersebut tidak berubah selama proses transmisi. Penandaan dijitel didasarkan pada isi pesan itu sendiri. Proses pemberian tanda pada informasi rahasia yang akan dikirim disebut penandaan (signing). Proses ini dilakukan untuk mengubah tanda menjadi dokumen dijitel, sehingga pada saat pengaksesan dokumen tersebut, terdapat verifikasi tanda yang diberikan. Ada tiga prosedur dalam skema penandaan dijitel, yaitu prosedur: pembangkitan kunci (key generation), pembuatan tanda (signature generation), dan verifikasi tanda (signature verification). Dari uraian-uraian di atas, tesis ini juga melakukan penelitian tentang penggunaan ECC pada algoritme penandaan ElGamal, yaitu Algoritme Penandaan ElGamal Kurva Eliptik (ECESA), seperti halnya dengan penelitian sebelumnya, yaitu ECDSA yang telah menjadi standardisasi (ANSI X9.62, 1998). Penelitian tentang ECESA ini diharapkan memperoleh perbaikan dari algoritme penandaan ElGamal itu sendiri. Tesis ini menjelaskan ECESA dan menganalisa aspek keamanan, serta mengimplementasikan ECC. Kata kunci: kriptografi, kurva eliptik, penandaan dijitel, penandaan ElGamal, masalah logaritma diskret kurva eliptik

Random Quotes

Kemelaratan merupakan sumber kejahatan.

anonim