Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Sign In

Matematika IPB

 
Data Tesis
 
Judul : PENGARUH SCAVENGER (Pemakan Bangkai) TERHADAP KESTABILAN POPULASI MANGSA PEMANGSA PADA MODEL LOTKA VOLTERRA
Jenis :
Penulis : Eli Wahyuni, S.Pd
NRP : G551070421
Tanggal Lulus : 08 May 2010
Tanggal Seminar :
Tanggal Sidang :
Pembimbing : Dr. Paian Sianturi
Ir. Ngakan Komang Kutha Ardana, M.Sc.
Drs. Ali Kusnanto, M.Si.
Ringkasan : Dalam tulisan ini scavenger diperkenalkan pada model mangsa pemangsa Lotka Volterra. Scavenger mendapatkan sumber makanan dari bangkai mangsa dan pemangsa. Pada saat bangkai melimpah, scavenger menjadi pemakan bangkai murni, tetapi pada saat bangkai sedikit scavenger bersifat pemakan mangsa hidup, sehingga dimungkinkan terjadi kompetisi antara scavenger dan pemangsa. Kaczensky et al. (2005) telah mengadakan penelitian dengan pendekatan statistik deskriptif tentang scavenger bahwa kehadirannya meningkatkan pembunuhan mangsa oleh pemangsa. Nolting et al. (2008) mengabaikan pengaruh scavenger terhadap laju perubahan populasi mangsa dan pemangsa. Pada penelitian ini penulis membuat sebuah model alternatif dari model Nolting dengan mempertimbangkan penelitian Kaczensky et al. (2005), dengan scavenger berpengaruh terhadap interaksi antara mangsa dan pemangsa. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji model Nolting, mengkaji model interaksi alternatif scavenger pada model mangsa pemangsa, membandingkan kestabilan pertumbuhan populasi mangsa pemangsa model Nolting dengan model alternatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi scavenger bergantung pada keuntungan yang diperolehnya dari bangkai mangsa dan pemangsa. Jika keuntungan yang diperoleh scavenger lebih besar dari laju kematiannya, maka populasi scavenger akan tetap lestari. Sebaliknya jika keuntungan yang diperoleh lebih kecil dari laju kematiannya, maka populasi scavenger akan punah. Jika populasi awal scavenger, mangsa, dan pemangsa lebih besar dari populasi kesetimbangan, maka populasinya akan turun menuju populasi kesetimbangan. Tetapi, jika populasi awalnya lebih kecil dari populasi kesetimbangan, maka populasinya akan naik menuju populasi kesetimbangan. Simulasi dilakukan dengan pemrograman menggunakan software Mathematica 6. Untuk analisis kestabilan pada kedua model digunakan metode Lyapunov. Berdasarkan hasil simulasi dan analisis kestabilan dengan metode Lyapunov, diperoleh simpulan bahwa populasi mangsa, pemangsa, dan scavenger pada model Nolting di titik kesetimbangan positif adalah stabil (periodik). Ketika dinamika pertumbuhan populasi mangsa berubah dari cekung ke bawah menjadi cekung ke atas (pada titik belok), laju pertumbuhannya mencapai minimum. Pada kondisi ini jumlah populasi pemangsa dan scavenger mencapai maksimum. Sebaliknya, jika dinamika pertumbuhan mangsa berubah dari cekung ke atas menjadi cekung ke bawah, maka lajunya mencapai maksimum, dan jumlah populasi pemangsa dan scavenger mencapai minimum. Pada model alternatif diperoleh simpulan bahwa kestabilan di titik kesetimbangan positif adalah stabil (periodik) ketika laju perubahan populasi mangsa dan pemangsa karena pengaruh scavenger dapat diabaikan. Jika pengaruhnya pada perubahan populasi mangsa lebih besar dari perubahan populasi pemangsa, maka titik tersebut akan stabil asimtotik. Tetapi, jika pengaruhnya pada perubahan populasi mangsa kurang dari perubahan pada populasi pemangsa, maka terdapat kemungkinan salah satu komponen pada titik kesetimbangan bernilai negatif, sehingga populasi pada sistem menjadi tidak stabil. Kata kunci: scavenger, model mangsa pemangsa Lotka Volterra, model Nolting, model alternatif, metode Lyapunov.

Random Quotes

Barang yang membuatmu tertarik selalu terasa mahal.

anonim