Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Sign In

Matematika IPB

 
Data Tesis
 
Judul : MODEL OPTIMASI VEHICLE ROUTING PROBLEM DAN IMPLEMENTASINYA
Jenis :
Penulis : Iskandar
NRP : G551070531
Tanggal Lulus : 12 July 2010
Tanggal Seminar :
Tanggal Sidang :
Pembimbing :


Ringkasan : Masalah distribusi barang merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh setiap perusahaan. Hal ini berkaitan dengan masalah optimasi rute distribusi barang dari tempat produksi ke sejumlah konsumen. Keputusan tentang rute kendaraan dibuat untuk mengoptimalkan total jarak tempuh, waktu tempuh, jumlah kendaraan yang harus dioperasikan dan sumber daya lain yang tersedia supaya diperoleh keuntungan yang optimal sekaligus dapat mengurangi biaya logistik. Secara matematis, masalah penentuan rute kendaraan dalam mendistribusikan barang dari tempat produksi yang disebut dengan depot ke sejumlah pelanggan yang tersebar di sejumlah tempat disebut dengan Vehicle Routing Problem (VRP). VRP bertujuan meminimumkan total jarak tempuh kendaraan sehingga dapat meminimumkan biaya logistik perusahaan dengan memperhatikan beberapa kendala atau batasan-batasan (1) setiap pelanggan dikunjungi tepat satu kali oleh satu kendaraan, (2) setiap rute berawal dan berakhir di depot, dan (3) total permintaan pelanggan dalam satu rute tidak melebihi kapasitas kendaraan. Salah satu variasi VRP adalah Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) yaitu dengan menambahkan kendala kapasitas kendaraan yang identik, sehingga panjang rute kendaraan dibatasi oleh kapasitas angkut kendaraan yang digunakan. Masalah penentuan rute kendaraan dalam mendistribusikan barang dapat dimodelkan sebagai integer linear programming (ILP). Model yang dibuat diharapkan dapat meminimumkan total jarak tempuh rute perjalanan kendaraan dan memenuhi kendala-kendala berikut: (1) setiap konsumen hanya dapat dikunjungi tepat satu kali oleh satu kendaraan, (2) total jumlah permintaan konsumen dalam satu rute tidak melebihi kapasitas kendaraan yang melayani rute tersebut, (3) setiap rute perjalanan kendaraan berawal dari depot, (4) setiap rute perjalanan kendaraan berakhir di depot, (5) kekontinuan rute, artinya setiap kendaraan yang mengunjungi suatu konsumen, setelah selesai melayani akan meninggalkan konsumen tersebut, (6) tidak terdapat subtour pada formulasi yang dibuat. Penentuan solusi model dilakukan dengan metode branch and bound dengan bantuan software LINGO 8.0. Solusi yang diperoleh merupakan solusi optimal yang meminimumkan fungsi tujuan dan memenuhi semua kendala atau batasan-batasan yang dibuat. Implementasi model dilakukan dengan cara menyimulasikan model pada data distribusi koran Serambi Indonesia pada depot percetakan Banda Aceh. Data-data yang digunakan adalah jarak antara depot dengan pelanggan dan jarak antar pelanggan, jumlah permintaan masing-masing pelanggan, jumlah kendaraan yang dioperasikan dan kapasitas masing-masing kendaraan. Penentuan rute distribusi koran Serambi Indonesia selama ini hanya berdasarkan pengalaman pengemudi, di mana pengemudi terlebih dahulu memilih rute yang terdekat dengan depot percetakan sehingga total jarak yang ditempuh dari seluruh rute perjalanan belum tentu menghasilkan rute yang optimal. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model yang dibuat menghasilkan rute distribusi koran Serambi Indonesia depot percetakan Banda Aceh dengan total jarak yang minimum. Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan antara rute optimal yang diperoleh dengan rute distribusi koran saat ini. Kata kunci: optimasi, distribusi, masalah rute kendaraan, metode branch and bound, koran.

Random Quotes

Dua hal yang bisa memperpanjang umur : 1. Hati yang tenang. 2. Istri yang penuh cinta kasih.

anonim