Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Sign In

Matematika IPB

Beranda arrow Akademik arrow S-1 Matematika arrow Karya Ilmiah Alumni
 
Data Tesis
 
Judul : PENETAPAN HARGA JAMINAN POLIS ASURANSI JIWA DENGAN PREMI TAHUNAN DAN OPSI SURRENDER
Jenis :
Penulis : Welli Syahriza, S.Pd
NRP : G551070651
Tanggal Lulus : 08 May 2010
Tanggal Seminar :
Tanggal Sidang :
Pembimbing : Dr. Ir. I Gusti Putu Purnaba, DEA.
Drs. Effendi Syahril, Grad.Dipl.Sc.
Dr. Ir. Endar H. Nugrahani, MS.
Ringkasan : Penjadwalan perawat yang baik dapat memengaruhi kualitas pelayanan tenaga kerja perawat di rumah sakit. Salah satu hal yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan tenaga kerja perawat di antaranya adalah kebijakan rumah sakit dalam penyusunan jadwal perawat yang dianggap adil oleh tenaga kerja tersebut. Penyusunan jadwal perawat umumnya dilakukan secara manual karena keterbatasan sumber daya manusia. Beberapa penjadwalan menggunakan software seperti Excel, walaupun sebenarnya bukan alat yang baik untuk mendukung perencanaan secara otomatis. Penjadwalan perawat merupakan hal yang sangat sulit dan memerlukan banyak waktu. Penerapan Integer Linear Programming (ILP) dapat digunakan untuk menyusun penjadwalan perawat di rumah sakit dengan mempertimbangkan kebutuhan perawat, shift malam, dan kebutuhan day off dari setiap perawat serta beberapa kendala teknis lain yang perlu diperhatikan oleh pihak manajemen rumah sakit. Tujuan dari menyusun jadwal perawat pada rumah sakit adalah meminimumkan total deviasi (penyimpangan) hari kerja setiap perawat serta menjamin terpenuhinya kendala-kendala teknis tertentu yang direkomendasikan pihak rumah sakit, sehingga hari kerja antarperawat lebih efektif dengan memperhatikan faktor kelelahan dari perawat. Penjadwalan suatu aktivitas berhubungan dengan pengalokasian sumber daya yang terbatas. Sebelum membuat penjadwalan perawat pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I. A. Moeis Samarinda perlu diketahui jam kerja yang tersedia, kebutuhan perawat setiap hari, hari libur (day off) yang diperlukan perawat, dan klasifikasi shift perawat, sehingga untuk membuat jadwal harus memperhatikan aspek sebagai berikut: perawat, shift, hari kerja, dan day off. Setiap perawat dialokasikan pada suatu shift setiap hari. Secara umum, jadwal perawat disusun untuk periode satu bulan. Setiap perawat bekerja pada shift yang ditentukan pada suatu hari untuk melaksanakan tugas sebagai perawat rumah sakit. Shift waktu kerja dibagi menjadi tiga yaitu shift pagi (pukul 07.00 - 14.00), shift sore (pukul 14.00 - 21.00), dan shift malam (pukul 21.00 - 07.00). Pada hari libur (day off) anggota tenaga kerja (perawat) dibebaskan dari segala macam tugas/kontak dengan rumah sakit untuk keperluan istirahat, pemulihan dan kehidupan sosial. Periode waktu day off adalah 1 hari (24 jam). Hari libur (day off) yang dibutuhkan perawat paling sedikit 1 hari per minggu untuk setiap perawat. Secara umum masalah penjadwalan perawat pada rumah sakit berupa pengalokasian hari kerja dengan mempertimbangkan kebutuhan perawat, shift malam dan kebutuhan hari libur dari tiap-tiap perawat serta beberapa kendala teknis lain yang perlu diperhitungkan berdasarkan pada aturan dari pihak manajemen rumah sakit. Masalah penjadwalan kerja perawat dapat dimodelkan sebagai Integer Linear Programming (ILP). Untuk mendapatkan solusi model penjadwalan digunakan software LINGO dengan metode branch and bound. Kemudian solusi yang diperoleh merupakan solusi yang paling banyak mengakomodasi semua batasan dan meminimumkan fungsi tujuan. Implementasi model yang telah diperoleh dilakukan dengan cara simulasi model. Simulasi tersebut menggunakan data jumlah perawat dan kebutuhan perawat setiap hari pada tiap-tiap bagian ruangan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I. A. Moeis Samarinda dalam periode satu bulan dengan penyimpangan hari kerja yang minimum. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model menghasilkan penjadwalan perawat yang meminimumkan deviasi (penyimpangan) hari kerja setiap perawat. Hal ini dapat dilihat pada jadwal yang baru jumlah perawat terpenuhi, pengaturan jumlah shift malam dan kebutuhan hari libur (day off) telah sesuai. Jadwal baru sudah mengatur kebutuhan hari libur (day off) dan shift malam sehingga memperhatikan faktor kelelahan dari perawat. Kata kunci: penjadwalan perawat, integer linear programming.

Random Quotes

Ilmu pengetahuan tanpa improvisasi adalah sia-sia.

anonim